?

Log in

ALL ABOUT SAKAGUCHI KENJI *INDONESIAN VER.*

Halo Halo semua
Beberapa waktu yang lalu aku baru aja kelar nonton dorama Iryu Team Medical Dragon dari season pertama sampe season 4, so far, gak mengecewakan sih, ilmu kedokterannya juga ter-presentasi-kan dengan baik, meskipun agak serius dibandingan Grey's Anatomy ^^;

Kalo di Iryu, 85% menceritakan tentang profesi dokter dengan seluk beluk penyakit dan operasi jantung yang udah menjadi ciri khas di dorama ini, tokoh utamanya adalah Asada Ryuutaro, seorang dokter bedah jantung jenius yang tentu saja tampan, tapi Asada ini rada keras kepala dan gak mau kompromi jika menyangkut keselamatan pasien, dia juga cekatan ketika menyelamatkan pasien.

Read more...Collapse )

Okeee, yang udah nonton Iryu dari season pertama sampe season 4 kemaren pasti tahu gimana jalan ceritanya kan ya? Pasti juga hapal dong sama Asada-sensei? Asada Ryuutaro diperankan dengan sangat baik oleh Sakaguchi Kenji, siapa itu Sakaguchi Kenji?

BtrJmuuCEAEY6AF

Nama : Sakaguchi Kenji ( 坂口憲二)
Tempat/Tanggal-Lahir : Tokyo, 8 November 1975
Tinggi badan : 185cm
Berat badan : 75kg
Golongan darah : A
Hobi : Surfing, Menonton seni bela diri, travelling, golf, pachinko.
Keluarga : Ayah, Sakaguchi Seiji, atlit gulat profesional
Ibu
Kakak laki-laki, Sakaguchi Yukio, atlit gulat.
Istri dan satu orang anak laki-laki.

Pendidikan: Setagaya Ward Todoroki elementary school
Meidainakano Junior high school
Meidainakano high school

Keahlian khusus : Surfing, english conversation.
Makanan kesukaan : Sushi, Ramen, Nasi goreng, custard telur, nanas, kerang, udang mayonaisse, lumpia, mie.

Kartnis favorit : Kenshi Hirokane
Jenis film favorit: Film zombi.

Fakta menarik:
- Kenji adalah seorang yang mencintai kebersihan, sebelum mengajak temannya ke rumah, dia bakal menyeleksi teman yang bersih yang kira2 gak akan berantakin rumahnya ^^
- Kenji tidak suka perselisihan. Dia tetap menjalin persahabatan dengan temen2 lama sampai sekarang.
- Mencintai surfing! Semua fans pasti tahu kalo Kenji seneng banget surfing, sampe merilis DVD surfing sendiri beberapa kali. Kalo gak ada ombak dia bakal maen papan dayung ^^ sampe pernah ikut turnament surfing di Hawaii.
- Tipe cewek favorit dia : sexy, pemikiriannya dewasa, dan sophisticated ^^
- Teman dekatnya adalah aktor Ito Hideaki ^^



Beberapa dorama yang pernah di bintangi : Iryu Team Medical Dragon, Pride, Itsumo Futari de, DOUBLES ~ Futari no Keiji~ dsb *buanyaaaak lagi, takut kepanjangan*

553880_10150984138184420_16685264_n

Iryu Team Medical Dragon 4 Episode 7 - DramaCrazy.co.MP4_000146980

Sakaguchi Kenji sebagai Asada Ryuutaro di Iryu Team Medical Dragon


pride_dvd_ep02_[jtv].avi_001130964

Sakaguchi Kenji sebagai Hotta Yamato di dorama 'Pride'


1.mp4_001959190

Sakaguchi Kenji sebagai Nakagura Shinpei di dorama "Saigo Kara Nibanme no Koi"


Doubles ep04 (848x480 x264).mp4_001378361

Sakaguchi Kenji sebagai Tashiro Keiichi di dorama "DOUBLES ~Futari no Keiji"




Ini Pict bonus :D ....

puffer(5)

surfing asada

mag-saka-kenji

51muNLrkvjL

t02200293_0360048010445578052

I Love You, Oyaji~ Part 1~

“Maukah kau menemaniku pergi dalam acara pertemuan dengan calon investor kita dari Canada?”Tanya Hyougo padaku, aku kaget dalam diam, kenapa harus aku?
“Kenapa harus aku? Kau bisa mengajak Hikaru atau yang lain…”Jawabku.
“Aku mau kau, bukan oranglain. Aku merasa nyaman jika denganmu…”Hyougo memberi penjelasan. Kami berdua belum tahu apa judul atas hubungan ini, setelah Hyougo resmi bercerai dengan Mariko, ia mulai mencoba meluluhkan hatiku, awalnya aku tak percaya tapi ia sudah berulang kali mengatakan ia mencintaiku secara tidak lansung.
“Ya baiklah, aku akan menemanimu. Tapi tidak masalah ‘kan jika aku datang ke pertemuan itu dengan baju yang biasa aku pakai?” Jawabku, Hyougo tertawa.
“Kau mau datang ke restoran Perancis dengan sepatu boots mu itu?” Hyougo meledekku. Aku menggeleng bodoh.

Aku duduk disamping Hyougo yang sedang mengendari mobil sportnya, aku tidak tahu aku akan dibawa kemana olehnya, terkadang ia penuh dengan kejutan. Hyougo memakirkan mobilnya di tempat parkir resmi, kami berdua kemudian berjalan menulusuri jalanan di kawasan elit Tokyo. Aku sengaja berjalan beberapa langkah di belakangannya, sadar aku berjalan dibelakangannya, Hyougo menoleh kebelakang, dan menarik tanganku, dan aku pun berjalan disampingnya, ia tetap menggenggam erat tanganku, aku sadar genggaman tangannya begitu hangat.

Aku dan Hyougo masuk ke dalam sebuah salon mewah, aku tercengang ketika memasuki salon itu. Seorang pramuniaga wanita menghampiri kami berdua…
“Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?” Tanya wanita itu sambil tersenyum.
“Bisakah anda memotong rambutnya sedemikian cantik?” Kata Hyougo.
“Baiklah, silahkan masuk….”Jawab pramuniaga itu sambil mempersilahkan kami berdua masuk.
“Aku rasa aku sangat cantik jika rambutku begini saja….”Kataku pada Hyougo. Hyougo melihat padaku, ia tersenyum…
“Sudah, duduklah, nanti kau akan tahu hasilnya….”. Aku menuruti permintaannya, dan bersedia potong rambut. Selagi rambutku di potong oleh penata rambut, Hyougo menungguku dikursi tunggu sambil meminum segelas kopi, memakan beberapa potong coklat yang disediakan oleh salon ini, sesekali ia melihatku dari cermin yang ada di depanku, ia tersenyum sendiri melihatku.
Setelah selesai di potong, aku tertegun di depan cermin melihat diriku yang baru dengan potongan rambut yang baru, jujur ini lebih cantik dan anggun dari yang biasa. Hyougo menghampiriku dari belakang, ia mendekatiku…
“Benar ‘kan apa yang ku bilang?” Kata Hyougo sambil tersenyum padaku.
“Seperti bukan aku.”Jawabku.
“The new of Ri-chan….”Katanya. Aku tersenyum sumringah.

Selanjutnya, Hyougo membawaku ke sebuah outlet pakaian wanita ternama, semua orang tahu kalau itu adalah toko yang menjual dengan harga mahal dengan kualitas yang bagus tentunya. Aku membuntuti kemana Hyougo berjalan melusuri toko itu untuk mencari pakaian yang cocok untukku. Aku menemukan baju yang aku suka…
“Bagaimana kalau yang ini?” saranku pada Hyougo, Hyougo melihat pada baju yang ku pilih.
“Itu trend yang sudah ketinggalan jaman, dan terlalu tertutup…”Jawabnya sambil kembali mencari.
“Jadi kau mau aku memakai baju yang sexy?” Tanggapku, Hyougo diam.
Aku keluar dari ruang pas, dan menggunakan baju pilihan Hyougo, ia memandangi sebentar dan memilihkan baju yang lain. Beberapa baju sudah ku coba, hingga akhirnya pilihan Hyougo jatuh pada sebuah gaun rok pendek berwarna krem. Dan aku melepas sepatu boots kesayanganku dan menggantinya dengan sebuah high-heels yang warnanya sepadan dengan baju yang kupakai. Aku pikir selera fashion Hyougo tidaklah buruk, mungkin karena ia sudah mempelajarinya dari mantan istrinya, Mariko…
“Kau belajar banyak ya tentang fashion dari Mariko-san?” Tanyaku sambil meledeknya, Hyougo diam.

Kini saatnya aku dan Hyougo datang ke pertemuan dengan investor kami yang jauh-jauh datang dari Kanada. Hyougo datang menggunakan tuxedo modisnya, ia terlihat tampan seperti biasa. Hyougo sudah memesan satu ruangan khusus untuk pertemuan bisnis ini, kami berdua masuk kedalam ruangan yang bergaya arsitektur Eropa kuno itu di temani seorang pramuniaga pria. Terlihat Mr. Nicholas bersama anak buahnya sudah duduk menunggu, mereka berdua kemudian berdiri.
“Hello, I’m Hyougo Takanashi…”Kata Hyougo sambil berjabat tangan dengan Nicholas.
“Nice to meet you, Hyougo….” Nicholas tersenyum, ia kemudian melihat padaku. Aku memperkenalkan diri…
“Hello, I’m Ritsu Akiyama. Nice to meet you…”Kataku sambil tersenyum. Nicholas tersenyum melihatku.
“She is your girlfriend?”Tanya Nicholas pada Hyougo, Hyougo terlihat kaget dengan pertanyaan itu, Hyougo melihatku sebentar.
“Tidak, ia teman dekatku…”Jawab Hyougo sambil tersenyum, beruntunglah Hyougo tidak memperkenalkanku sebagai pacarnya.
“Hati-hati teman dekat bisa menjadi kekasih…”Kata Nicholas sambil sedikit tertawa. Hyougo tersenyum dan tertawa, ada harapan di balik matanya.
Pembicaraan pun dimulai, topicnya tidak jauh-jauh dari bisnis, dari sini Hyougo terlihat pintar karena bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Inggris yang fasih. Aku hanya kebanyakan diam menjadi penyimak, sambil sesekali menengguk wine. Hingga akhirnya topic pun perlahan bertukar…
“Bukankah Ritsu adakah wanita yang cantik?”Tanya Nicholas pada Hyougo sambil melihatku. Aku tersipu malu mendengar.
“Ya kau benar, Nicholas, ia cantik dan humoris…”Jawab Hyougo sambil tersenyum padaku. Aku orang yang humoris?
“Oh jadi Ritsu orang yang humoris, pasti sangat beruntung pria yang akan menjadi jodohnya kelak…”Kata Nicholas. Hyougo mengangguk dan tersenyum, kemudian melihat padaku agak lama, seolah mengatakan “Aku adalah jodohmu….”

Sepulang dari pertemuan itu, Hyougo berinisiatif mengantarkanku pulang, awalnya aku ingin pulang sendiri tapi ia mengatakan tidak baik jika wanita cantik pulang sendirian malam-malam. Tidak seperti biasa, Hyougo tidak mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan tinggi, lebih lambat dari biasa sambil memutar beberapa lagu romantis dari music player mobilnya.
“Perutmu bisa menerima dengan baik ‘kan makanan perancis tadi?” Tanya Hyougo padaku.
“Ya, sepertinya….”. Dan seperti biasa, Hyougo tidak se-cerewet biasa, kali ini ia lebih banyak diam.
“Kau masih ingat apa yang dikatakan Nicholas tadi? Kau tidak penasaran siapa jodohmu kelak?”Hyougo kembali bertanya, aku diam sejenak. “Ya…siapa tahu jodohmu itu aku…”. Hyougo sudah siap dengan senjatanya untuk menembakku. Aku tidak tahu harus bagaimana menanggapinya kali ini, Hyougo terlalu lama mengulur waktu, tak mungkin aku mengatakannya duluan. Hingga tibalah kami di depan apartemenku, langkah kaki ku tertahan untuk keluar dari mobil Hyougo, Hyougo mematikan mesin mobilnya, ia menyandarkan badannya ke kursi mobil, ia menekan tombol kunci pintu otomatis, agar aku tidak bergegas keluar.
“Ada yang ingin ku katakan padamu, Ri-chan….”Katanya sambil perlahan memegang tanganku, kami berdua saling tatap. Tatapannya begitu dalam, tajam dan hangat, aku menyukainya!
“Jika aku menawarkan diri menjadi jodohmu, apakah kau akan menerimaku? Ya, mungkin kau sadar selama ini aku sudah mengungkapkannya secara tidak lansung…”Kata Hyougo sambil menatap kedua bola mataku.
“Aku mencintaimu, Hyougo…”Kataku dengan menahan airmata, Hyougo mempererat genggaman tangannya, ia terlihat sedih melihat aku yang menahan airmata “Aku selama ini merasa tersiksa dengan perasaan ini ketika berdua denganmu, aku lelah menunggu kapan saat ini tiba…”Aku meneteskan airmata sambil tersenyum padanya, Hyougo lansung memelukku, pelukannya sangat hangat…
“Aku juga mencintaimu, Ri-chan….”Katanya pelan. Aku melepaskan diri dari pelukannya, kami berdua tertawa sumringah, tak menyangka 2 kutub magnet yang berbeda ini bisa saling jatuh cinta.

Hyougo kemudian mengantarkanku sampai depan pintu apartemenku, genggaman tangan yang terasa lebih nyaman dari biasa, ingin rasanya aku tak mau melepasnya.
“Terima kasih sudah mengantarkanku sampai depan pintu”Kataku pada Hyougo sambil tersenyum. Hyougo menangguk dan menebar senyum manisnya padaku.
“Jangan lupa gosok gigi sebelum tidur, dan berdoa lah sebelum tidur, agar kau bisa memimpikanku malam ini…” Ujarnya sambil mengelus poniku. Hyougo memberikan pakaian dan sepatu boots yang ku pakai tadi.
“Ya, kalau begitu aku masuk dulu….”Kataku sambil membalikan badan, namun tiba-tiba Hyougo menarik tanganku, memelukku dalam pelukannya, dan mencium bibirku dengan lembut. Awalnya aku agak terkejut namun aku kemudian membiasakannya. Hyougo melepaskan kecupannya…
“Oyasumi….”Katanya pelan.
“Oyasumi…”Jawabku, aku kemudian masuk ke dalam apartemen.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*



Hyougo memelukku dengan erat dari belakang, kami berdua berdiri menghadap keluar jendela. Ia melingkarkan kedua tangannya di perutku, begitu juga kedua tanganku yang menompang pada kedua tangannya. Hyougo menyandarkan dagunya di pundak kananku, nafasnya sangat terasa dileherku.
“Terima kasih sudah datang dikehidupanku….”Katanya dengan nada suara agak berbisik. “Apa yang akan terjadi jika aku tidak punya karyawan yang cerewet sepertimu ya?” Katanya sambil sedikit tertawa.
“Bukankah aku adalah tulang rusukmu yang telah lama kau cari?” Kataku, Hyougo mencium pelan kepalaku. “Jika aku disukai oleh pria lain yang lebih baik darimu bagaimana?” Aku mengetesnya.
“Hmm… aku akan mengajaknya berkelahi…”Jawab Hyougo.
“Kau bisa berkelahi?” Tanyaku meledeknya, aku menoleh padanya sambil tersenyum, ia tersenyum. Hyougo kembali memelukku…
“Ku mohon jangan pergi dalam kehidupanku, ataupun berpaling pada pria lain. Aku mencintaimu…”



Aku mungkin terlihat seperti orang yang salah tingkah tidak tahu akan berkata di depan pacarku sendiri. Beruntung Hyougo seorang yang penyabar, mau menungguku mengatakan apa yang ku rasakan. Kami berdua duduk di sebuah kursi panjang di teras lantai dua rumahnya, aku sengaja duduk dengan berjarak beberapa spasi darinya, perasaanku sedang tidak baik. Hyougo sesekali membuang pandangannya, dan melihatku kembali yang belum juga bicara…
“Mau berapa jam lagi kau membuatku menunggu?”Kata Hyougo mulai risih dengan keadaan ini.
“Ah!---- Maaf, aku hanya ingin bertanya seseuatu padamu…”Kataku sambil melilit-lilit tali tasku, Hyougo memperhatikan tanganku, ia tahu pertanda apa ini. “Kau belakangan ini terlihat dekat ya dengan Yuzuki-san..”
“Dekat bagaimana? Kami hanya teman kuliah yang mencoba menjalin hubungan bisnis dengan baik.”Jelas Hyougo.
“Sepertinya ia menaruh harapan padamu, berharap kau mau menyisihkan ruangku dihatimu padanya…”Kataku lagi. Hyougo tertawa kecil. “Aku cemburu padanya…”. Aku jujur, Hyougo menghela nafasnya pelan, kemudian mendekatkan dirinya padaku, dan merangkulku dari samping.
“Ternyata si pendek ini sedang cemburu rupanya…”Ledek Hyougo, aku melihat padanya, aku cemberut dan kesal, ia tidak bisa serius kali ini.
“Memang aku pendek, tidak se-cantik, se-anggun, dan se-pintar Yuzuki-san. Aku rasa aku tidak cocok denganmu yang tampan, dan pintar.” Kataku.
“Hmmm… begitu ya. Kau tahu apa yang ku suka darimu?”. Aku menggeleng ragu.
“Apa?”
“Aku suka dengan sifatmu yang cuek, masih ingat betapa cueknya kau dulu ketika aku selalu mengganggumu? Kau yang selalu tampil dengan apa adanya dirimu, tak peduli aku selalu mengomentari sepatu boots yang selalu kau pakai?” Hyougo tersenyum manis padaku “Apakah mencintai seseorang butuh alasan yang banyak? Bukankah alasanya adalah cinta itu sendiri?”. Aku mengangguk tanda mengerti.
“Kau tahu apa yang membuatku jatuh cinta padamu, Hyougo?” Tanyaku pada Hyougo.
“Tentu saja aku tahu, aku tampan dan romantis makanya kau tergila-gila padaku…”Jawabnya penuh percaya diri. Aku tertawa kecil, aku meletakan tangan kiriku di dadanya sembari bersandar di bahunya.
“Kira-kira apa ya? Aku juga tidak tahu mengapa aku jatuh cinta padamu.”Jawabku sambil menatap langit malam yang berhiaskan bintang-bintang. Hyougo menggenggam erat tangan tangan kiriku, ia tersenyum manis padaku, dan menikmati pemandangan langit malam ini.

*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Saphire Blue ~ scene 1-10~

Tokoh Utama
Kimura Takuya as Pangeran Kaito
Kitamura Kazuki as Pangeran Hiyoshi
Shun Oguri as Shun Oguri
Kamenashi Kazuya as Reijiro

Yang jadi Fumiko aye gak tau, bayangkan sendiri2 aja XD Ini di tulis dalam bentuk naskah film, karena biar lebih gampang mencerna visualnya.

note :
INT : setting indoor
EXT : setting outdoor

1. EXT. HALAMAN KEDIAMAN PUTRA MAHKOTA.SIANG
PANGERAN KAITO KECIL, PANGERAN HIYOSHI KECIL, DAYANG ISTANA, PENGAWAL

PANGERAN KAITO KECIL dan PANGERAN HIYOSHI KECIL sedang bermain berdua di halaman kediaman putra mahkota. Beberapa orang DAYANG ISTANA dan PENGAWAL berdiri di pinggir taman sambil mengawasi PANGERAN KAITO KECIL dan PANGERAN HIYOSHI KECIL.
PANGERAN KAITO KECIL dan PANGERAN HIYOSHI KECIL sedang bermain kejar-kejaran, PANGERAN KAITO KECIL berlari dengan semangat, PANGERAN HIYOSHI KECIL mencoba menangkap badan PANGERAN KAITO KECIL. PANGERAN HIYOSHI KECIL terjatuh.

PANGERAN HIYOSHI KECIL
Aduh! (sambil memegang lututnya)

DAYANG ISTANA menghampirinya,

DAYANG ISTANA 1
Yang Mulia, apa Yang Mulia tidak apa-apa? Apakah Yang Mulia terluka?

PANGERAN KAITO KECIL terdiam melihat PANGERAN HIYOSHI KECIL kesakitan.

PANGERAN HIYOSHI KECIL
Aku tidak apa-apa. (pause) (sambil sedikit berteriak) Kaito, kau harus minta maaf padaku! Kau sudah membuatku terjatuh!

PANGERAN KAITO KECIL memandangi PANGERAN HIYOSHI KECIL. Di samping
PANGERAN KAITO KECIL ada seorang DAYANG ISTANA pribadi.

PANGERAN KAITO KECIL
Untuk apa aku harus minta maaf padamu? Kau saja berlari tidak hati-hati.

PANGERAN HIYOSHI KECIL
Awas kau! Aku akan mengadukanmu pada ayah!

PANGERAN KAITO KECIL cuek, ia mengeluarkan lidahnya ke arah PANGERAN HIYOSHI KECIL, PANGERAN KAITO KECIL pergi meninggalkan tempat itu diiringi oleh dayang-dayang pengikutnya. PANGERAN HIYOSHI KECIL tampak kesal.

CUT TO

2. INT. KEDIAMAN SELIR CHIEKO.SIANG
PANGERAN KAITO KECIL, SELIR CHIEKO, DAYANG ISTANA, PENGAWAL.

PANGERAN KAITO KECIL duduk di hadapan SELIR CHIEKO. SELIR CHIEKO menatap lesu ada PANGERAN KAITO KECIL.


SELIR CHIEKO
Mengapa kau tidak minta maaf pada Putra Mahkota?

PANGERAN KAITO KECIL
Kenapa aku harus minta maaf pada Yang Mulia Putra Mahkota, ibu? Aku tidak melakukan apa-apa, dia saja yang tidak berhati-hati saat berlari mengejarku.

SELIR CHIEKO menghela nafasnya sambil melihat pada PANGERAN KAITO KECIL.

SELIR CHIEKO
Pangeran Kaito, kau harus tahu selain Pangeran Hiyoshi adalah kakakmu, Pangeran Hiyoshi juga adalah Putra Mahkota negeri ini, dia adalah calon raja, sudah sewajarnya kau menghormatinya.

PANGERAN KAITO KECIL
Tapi aku tidak melakukan apa-apa ibu!


SELIR CHIEKO menghela nafasnya kembali

SELIR CHIEKO
Minta maaflah pada Yang Mulia, Pangeran. (tersenyum)

PANGERAN KAITO KECIL terlihat cemberut.

PANGERAN KAITO KECIL
Baiklah Bu.

CUT TO

3. INT. RUANG BELAJAR KERAJAAN.SIANG
PANGERAN KAITO REMAJA, PANGERAN HIYOSHI REMAJA, GURU, DAYANG ISTANA, PENGAWAL, MURID-MURID.

Para murid akademi kerajaan sedang belajar, mereka duduk 4 barisan, setiap barisan ada 5 orang. PANGERAN HIYOSHI REMAJA duduk di barisan kedua, PANGERAN KAITO duduk di belakang PANGERAN HIYOSHI REMAJA.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA sedang serius mendengarkan GURU yang sedang membacakan materi pelajaran sambil menuliskan apa yang ia dengar ke dalam buku. PANGERAN HIYOSHI duduk di barisan paling depan. PANGERAN KAITO REMAJA sibuk menggoda teman wanita sekelasnya yang duduk di sebelahnya, dengan sesekali memperhatikan GURU menerangkan. Teman wanita PANGERAN KAITO KECIL hanya diam dengan wajah yang sedikit kesal.

DAYANG ISTANA I
(berbisik pada PANGERAN KAITO REMAJA)
Yang Mulia, berkonsentrasilah pada pelajaran yang sedang di jelaskan.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA menoleh ke belakang, melihat pada PANGERAN KAITO REMAJA. PANGERAN KAITO REMAJA lansung diam, dan kembali mendengarkan apa yang di terangkan oleh GURU.

CUT TO

4. EXT. TAMAN AKADEMI KERAJAAN.SIANG
PANGERAN HIYOSHI REMAJA, PANGERAN KAITO REMAJA, DAYANG, PENGAWAL, FIGURAN

PANGERAN KAITO REMAJA sedang berjalan menuju perpustakaan, lalu datang PANGERAN HIYOSHI melintas di depannya, PANGERAN KAITO REMAJA menghentikan langkahnya.

PANGERAN KAITO REMAJA
Ada apa kak? Kakak ingin ikut denganku ke perpustakaan?

PANGERAN HIYOSHI REMAJA
Tidak. Aku hanya ingin mengatakan padamu, lain kali berkonsentrasi lah pada materi yang sedang di terangkan oleh guru. Jangan meribut saja di kelas.


PANGERAN KAITO REMAJA sedikit tertawa.

PANGERAN KAITO REMAJA
Kakak takut nilai ku jelek? Kakak kan tahu nilai ku tidak pernah jelek sekalipun aku menggodai 2 perempuan sekaligus di kelas.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA menghela nafasnya.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA
Hah! Kau ini.

PANGERAN KAITO REMAJA
(mendekati PANGERAN HIYOSHI REMAJA) Kakak tahu tidak, anak mentri pertahanan yang ku goda tadi ternyata diam-diam menyukaimu.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA tertawa kecil, PANGERAN KAITO REMAJA tersenyum lebar.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA
(tertawa) Apa yang kau katakan?

PANGERAN KAITO REMAJA
Kalau tidak percaya ya sudah (pause) Aku pergi ke perpustakaan dulu.

PANGERAN KAITO REMAJA beranjak dari tempat itu dengan di iringi dayang-dayang dan pengawalnya. PANGERAN HIYOSHI REMAJA tersenyum melihat PANGERAN KAITO REMAJA.

CUT TO
5. EXT. HALAMAN KEDIAMAN RAJA. MALAM
RAJA, SELIR CHIEKO, PANGERAN KAITO REMAJA, DAYANG, PENGAWAL.


RAJA keluar dari kediamannya diikuti oleh beberapa orang dayang dan pengawal. Lalu datanglah SELIR CHIEKO memasuki pekarangan halaman kediaman RAJA. RAJA menoleh kepada SELIR CHIEKO, RAJA tersenyum.

SELIR CHIEKO menghampiri RAJA sambil membungkukkan sedikit badannya. SELIR CHIEKO mengangkat kembali badannya, ia tersenyum pada RAJA.

RAJA
Selir Chieko, ada apa malam-malam datang ke mari?

SELIR CHIEKO
Hamba ingin bertemu dan berbincang-bincang dengan Yang Mulia.

RAJA mengangguk dan tersenyum. SELIR CHIEKO menundukan kepalanya. Dari kejauhan terlihat PANGERAN KAITO REMAJA, ia tak sengaja mendengar percakapan antara RAJA dan SELIR CHIEKO.

RAJA
Maafkan aku Selir Chieko, sekarang aku akan pergi ke kediaman Permaisuri, aku akan menginap di kediamannya.


Wajah SELIR CHIEKO terlihat sedih, namun tetap tersenyum. RAJA beranjak pergi dari hadapan SELIR CHIEKO. SELIR CHIEKO menatap RAJA yang beranjak pergi dengan tatapan sedih, dari jauh PANGERAN KAITO REMAJA memperhatikan SELIR CHIEKO.

CUT TO

6. INT. KEDIAMAN SELIR CHIEKO. MALAM
PANGERAN KAITO REMAJA, SELIR CHIEKO, DAYANG, PENGAWAL.

SELIR CHIEKO duduk di depan meja bacanya sambil membaca sebuah buku, di atas meja terdapat sebuah lilin.

DAYANG
Yang Mulia, Pangeran Kaito datang untuk menemui anda.

SELIR CHIEKO meletakkan buku yang di bacanya di atas meja.

SELIR CHIEKO
Persilahkan dia masuk.

Masuklah PANGERAN KAITO REMAJA dan duduk di hadapan SELIR CHIEKO.

SELIR CHIEKO
Ada apa Pangeran? Kau ingin cerita tentang wanita yang kau goda lagi hari ini?
PANGERAN KAITO REMAJA terdiam sejenak, raut wajahnya terlihat sedih.

PANGERAN KAITO REMAJA
Ibu tidak pergi menemui Yang Mulia Raja?

SELIR CHIEKO tersenyum.

SELIR CHIEKO
Yang Mulia Raja sedang berada di kediaman Permaisuri, mungkin besok ibu akan menemuinya.

PANGERAN KAITO REMAJA
Bagiku Yang Mulia sudah tidak adil pada Ibu, beliau lebih sering bertemu dengan permaisuri. (dengan wajah sedih)

SELIR CHIEKO menghela nafasnya, tersenyum.

SELIR CHIEKO
Itu wajar, Pangeran Kaito. Kau harus sadar kalau ibu adalah hanya seorang selir agung tingkat 1.

PANGERAN KAITO REMAJA
Ibu juga harus ingat, kalau ibu juga istri Yang Mulia. Aku tak ingin melihat ibu di perlakukan tidak adil oleh ayahku sendiri. (dengan nada suara agak marah)

Mata SELIR CHIEKO menahan airmata, ia tetap tersenyum.

SELIR CHIEKO
Bagaimana dengan sekolahmu? Apakah baik-baik saja? Ibu dengar hari ini menggoda Matsuhiko, anak menteri pertahanan, benar?


PANGERAN KAITO
(tersenyum malu) Sekolah ku baik-baik saja, ibu tak perlu khawatir walaupun aku suka menggodai anak perempuan di kelas, nilai ku selalu baik, tapi sayang ia menyukai Putra Mahkota.

SELIR CHIEKO tertawa kecil.

CUT TO

7. INT. KEDIAMAN PANGERAN HIYOSHI.MALAM
PANGERAN HIYOSHI REMAJA, REIJIRO REMAJA, DAYANG ISTANA, PENGAWAL.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA sedang bermain catur jepang bersama REIJIRO REMAJA, pintu kamar pangeran yang menghadap halaman belakang di buka lebar-lebar, mereka berdua bermain di depan pintu. Di samping kanan PANGERAN HIYOSHI REMAJA terdapat satu buah meja kecil yang di atasnya ada beberapa jenis cemilan.


PANGERAN HIYOSHI REMAJA
Reijiro, kau tahu maksud dari pepatah ini : Jūnin toiro?

REIJIRO REMAJA
Menurut pengetahuan hamba, Junin toiro secara harafiah adalah sepuluh orang atau sepuluh warna. Namun maksud sebenarnya dari pepatah itu hamba ragu.

REIJIRO REMAJA dan PANGERAN HIYOSHI REMAJA terus bermain.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA
Artinya, garis kehidupan setiap manusia berbeda. (pause) Seperti aku dan adikku, Pangeran Kaito, walaupun kami saudara kandung satu ayah, tinggal di istana yang sama, namun kami berdua jauh berbeda.

REIJIRO REMAJA
Yang Mulia benar.

PANGERAN HIYOSHI REMAJA
Tadi siang aku memarahinya karena tidak konsentrasi pada pelajaran yang di jelaskan oleh guru, seperti biasa ia menggoda anak perempuan. Kau tahu, ia mengatakan kalau anak mentri pertahanan diam-diam menyukai ku? (tertawa kecil) Lucu sekali.

REIJIRO REMAJA
Wajar saja perempuan itu menyukai Yang Mulia. Bukankah nona Matsuhiko adalah perempuan yang cantik?

PANGERAN HIYOSHI REMAJA memajukan buah caturnya di atas papan caturnya, ia terdiam.

CUT TO

8. INT. DAPUR ISTANA KEDIAMAN PERMAISURI.PAGI
FUMIKO REMAJA, DAYANG UTAMA DAPUR PERMAISURI, DAYANG-DAYANG DAPUR ISTANA.

FUMIKO REMAJA sedang memotong-motong bahan yang akan di masak, lalu memasukannya ke dalam penggorengan, FUMIKO REMAJA memasak dengan gerakan tangan yang lincah. Para dayang dapur junior dengan teliti memperhatikannya. Di sampingnya ada DAYANG UTAMA DAPUR PERMAISURI yang membantu dan mengawasi kerja FUMIKO REMAJA.

DAYANG DAPUR ISTANA I
Perhatikan dengan baik bagaimana cara memasak Fumiko.

Para dayang junior tersenyum, menundukan kepala, lalu memperhatikan FUMIKO REMAJA memasak. Beberapa saat kemudian, masakan yang akan di hidangkan kepada PERMAISURI telah selesai. Para dayang junior terkagum dengan hasil kerja FUMIKO REMAJA.



DAYANG JUNIOR 2
Wah hebat sekali. Sepertinya enak (berbisik)

DAYANG JUNIOR 1
Iya, hebat sekali, Fumiko-san.


DAYANG UTAMA DAPUR PERMAISURI
Sekarang aku dan Fumiko yang akan mengantarkannnya lansung pada Yang Mulia Permaisuri.


Beberapa orang dayang membantu FUMIKO REMAJA dan DAYANG UTAMA membawakan baki tempat meletakkan makanan. Rombongan itu pergi meninggalkan dapur.

CUT TO


9. INT. KEDIAMAN PERMAISURI. PAGI
FUMIKO REMAJA, DAYANG UTAMA DAPUR PERMAISURI, PERMAISURI, DAYANG-DAYANG ISTANA.

PERMAISURI sedang mencicipi makanan yang di ada di atas meja, raut wajahnya tidak menunjukkan kekecewaan, PERMAISURI menikmati sarapan paginya. FUMIKO REMAJA dan DAYANG UTAMA DAPUR PERMAISURI duduk menundukkan kepala.

PERMAISURI
(tersenyum) Masakan ini lezat sekali, tidak hanya kondisinya yang hangat, namun aroma sup ini juga hangat dan membuatku ingin sekali menyantapnya.


DAYANG UTAMA DAPUR PERMAISURI
Terima Kasih atas pujian Yang Mulia. Sebenarnya itu adalah masakan Fumiko, Yang Mulia.

FUMIKO REMAJA tersenyum simpul sambil menundukkan kepalanya. PERMAISURI melihat pada FUMIKO remaja sambil tersenyum.


CUT TO

10. INT. DAPUR ISTANA KEDIAMAN PERMAISURI.MALAM
FUMIKO, PANGERAN KAITO, SHUN, ATSUKO

FUMIKO dan ATSUKO sedang membersihkan beberapa jenis sayuran seperti lobak, jamur dan kentang dengan menggunakan sebuah brus. Mereka duduk di pinggir dapur dan di dekat mereka ada sebuah ember kayu berisi air.



ATSUKO
Fumiko, kau adalah dayang utama, biarkan dayang-dayang lain yang mengerjakan ini. Apakah kau tidak merasa lelah? Ini sudah malam… (mengeluh dan memegan leher kepalanya)

FUMIKO tersenyum sambil melihat pada ATSUKO.

FUMIKO
Malah mereka yang sudah lelah seharian ini bekerja (pause) kalau kau merasa lelah, kau boleh ke kamar duluan.

ATSUKO
Ya baiklah, aku akan membantumu.

FUMIKO kembali bekerja. Lalu terdengar suara hentakan kaki dari luar dapur. FUMIKO dan ATSUKO saling melihat. PANGERAN KAITO melihat keadaan dapur dari pintu. FUMIKO dan ATSUKO agak terkejut, dan menghentikan pekerjaannya. FUMIKO menghampiri PANGERAN KAITO. PANGERAN KAITO masih memandangi isi dapur itu. PANGERAN KAITO melihat pada FUMIKO.

FUMIKO
Anda siapa? Mengapa malam-malam begini berkunjung ke dapur permaisuri?

SHUN yang ada di belakang PANGERAN KAITO, marah karena FUMIKO berkata yang tidak sesuai pada PANGERAN KAITO.

SHUN
Siapa katamu? Kau tidak tau---

PANGERAN KAITO mengangkat tangan kanannya ke arah SHUN.

FUMIKO
Memangnya siapa dia?

PANGERAN KAITO sedikit tertawa, ia mendekati FUMIKO.

PANGERAN KAITO
Ku dengar dayang dapur permaisuri cantik-cantik(tersenyum) (pause) Maksudku kau juga.

FUMIKO heran, tidak mengerti dengan perkataan PANGERAN KAITO.

FUMIKO
(sedikit marah) Kau mencoba merayuku? (pause) Ah! Mungkin kau ingin menjadi seperti Pangeran Kaito yang pintar merayu itu?

PANGERAN KAITO tertawa, SHUN terlihat panic, takut PANGERAN KAITO tersinggung.



ATSUKO
Haaah, jangan ganggu pekerjaan kami, kalian tahu kami belum istirahat sejak subuh. (melihat pada PANGERAN KAITO dan SHUN) Ini masih banyak yang belum selesai.

PANGERAN KAITO tertawa, ia lalu melihat pada FUMIKO.

PANGERAN KAITO
Siapa namamu?

FUMIKO
Namaku Fumiko, aku dayang utama dapur permaisuri.

PANGERAN KAITO mengangguk. Ia tersenyum pada FUMIKO.

PANGERAN KAITO
Oh (pause) Ya sudah bekerjalah kembali, ganbatte ne! (pause) Ayo Shun kita ke tempat lain saja, dayang di sini sinis sekali. (melihat pada FUMIKO)

FUMIKO heran sambil mengerutkan keningnya. PANGERAN KAITO dan SHUN beranjak dari teras dapur. FUMIKO memperhatikan mereka berdua, lalu kembali bekerja.

CUT TO
Karatkter yang mucul di Part I :

Matsuoka Masahiro ( TOKIO) sebagai Matsuoka Masahiro
Erika Kokubun, pacar Matsuoka, adik Taichi Kokubun.
Nishina
Hagiwara
Katori Shingo (SMAP) sebagai Katori Shingo
Nagase Tomoya (TOKIO) sebagai Nagase Tomoya
Ishikawa

Karakter yang akan mumcul di Part berikutnya :

Taichi Kokubun (TOKIO) sebagai Taichi Kokubun, kakak Erika.
Nakai Masahiro (SMAP) sebagai Nakai Masahiro.


Part I
Sapporo, Musim Dingin…

Sapporo saat musim dingin memang tempat paling dingin di seluruh Jepang, Erika duduk berdua dengan Matsuoka Masahiro teman kuliahnya di sebuah kafe di Sapporo. Pria berkacamata itu ternyata sudah berencana untuk mengutarakan cintanya pada Erika. Di saku jaketnya sudah di siapkan sekotak coklat berbagai rasa, dan tangan kirinya yang terletak di bawah meja kafe memegang setangkai bunga mawar.
Mereka berdua berbicara tentang hal-hal menarik, mata Matsuoka tidak bisa berpaling dari Erika. Matsuoka sudah benar-benar jatuh cinta dan tergila-gila pada Erika…
“Matsuoka-kun, apakah kau mendengarkan ku?”Tanya Erika memecahkan lamunan Matsuoka.
“Iya. Aku mendengarkanmu….”Jawab Matsuoka sumringah.
“Daijoubu?”
“Ah daijoubu desu. …”Kata Matsuoka lagi sambil tersenyum. Erika mengangguk dengan masih ada rasa heran di hatinya, ia tersenyum…
“Nee, Erika. Ada Sesuatu yang ingin ku katakan padamu….”Nada suara Matsuoka berubah serius, ia menatap kedua bola mata indah Erika, Erika terdiam…
“Nani?” Tanya Erika. Rasa deg-degan menyerang Matsuoka, ia sedang merangkai kata-kata indah untuk mengungkapkan perasaannya…
“Watashi wa, Erika-chan ga daisuki desu….”Ungkapnya, Matsuoka lalu memberikan setangkai bunga mawar yang sejak tadi di simpannya. Erika-chan terdiam dengan raut wajah yang memerah, ia tersenyum malu….
“Apakah aku harus menjawabnya?”
“Kalau kau menerima cintaku, pegang erat tanganku, jika kau menolak ku, patahkan saja tangkainya…”Kata Matsuoka sambil menghela nafas. Mereka berdua saling memandang, tatapan mata Matsuoka mencoba meyakinkan Erika kalau ia benar-benar mencintai gadis cantik itu. Erika tersenyum, kedua tangannya memegang tangan Matsuoka yang memegam setangkai bunga mawar…
“Boku mo dayo….”Jawab Erika seolah-olah melepaskan beban perasaan di hati Matsuoka, keduanya terenyum sumringah, mereka tertawa….
“Ah, ini……”Matsuoka mengeluarkan kotak cokelat berbentuk beruang dari saku jacketnya dan memberikannya pada Erika.
“Arigato….”Kata Erika sambil tersenyum.

2 tahun kemudian….

Sudah 2 tahun Matsuoka dan Erika pacaran, tidak ada masalah berarti dalam hubungan mereka, semuanya baik-baik saja. Di mata Erika, Matsuoka adalah sosok pacar yang perhatian, baik, dan setia, namun satu hal yang Erika tidak suka dari drummer itu, Matsuoka kadang suka menyimpan masalahnya sendiri.
Matsuoka memiliki sebuah kafe, ia mengelolanya bersama sang adik, setiap hari ada sebuah band yang selalu tampil di kafe itu, dan Matsuoka-lah yang menjadi drummer-nya. Ia menyerahkan manajemen kafe pada adiknya, karena ia terlalu pintar dalam manajemen. Erika sering mampir ke kafe milik Matsuoka saat ia pulang bekerja di sebuah toko bunga.
Erika sedang merapihkan susunan pot bunga di toko bunga tempat ia bekerja, tiba-tiba handphone nya berbunyi, ia membuka handphone nya yang terlipat, dan ternyata ada sebuah pesan masuk…
[Erika-chan, aku ingin mengajakmu makan malam berdua di apartemenku sepulang kerja. Jangan lupa mampir ke kafe ya! – Matsuoka]
Erika tersenyum membaca pesan itu, ia pun membalas pesan itu…
[Ya, aku akan datang… - Erika], ia pun menekan tombol send pada layar handphone nya.

Matsuoka dan bandnya sedang membawakan sebuah lagu, pengunjung cafe tidak begitu ramai. Lalu datanglah sekelompok orang yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita, mereka akan makan malam di kafe itu, salah satu dari mereka melihat pada Matsuoka yang sedang bermain drum, orang itu tersenyum sambil sedikit menundukkan kepalanya pada Matsuoka, Matsuoka tersenyum…

Setelah satu lagi selesai, Matsuoka menghampiri rombongan itu, wajah Matsuoka terlihat bahagia dan sumringah…
“Matsuoka! Apa kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu…”Kata seorang pria padanya sambil tos tangan dengan Matsuoka.
“Kabar ku baik…..” Jawab Matsuoka sambil duduk bersama mereka.
“Kami mengetahui alamat kafe mu dari Nagase…”Kata seorang temannya lagi.
“Aku sering lewat sini, namun aku selalu tidak sempat mampir. Gomen ne….”Jelas Nagase Tomoya, teman Matsuoka saat SMU. Matsuoka sadar adalah seorang wanita yang dulu mempunyai tempat khusus di hatinya, dia adalahnya Nishina.
“Nishina-san, genki desuka?” Tanya Matsuoka sambil tersenyum pada Nishina.
“Genki desu……”Jawab Nishina dengan tersenyum malu.
“Hey, apa kalian sudah memesan makanan?”Tanya Matsuoka pada teman-teman SMU nya.
“Sudah, saat kau tampil tadi….”Jawab Ishikawa.
“Sou ka….” Tanggap Matsuoka dengan senyuman lebar.
“Kau ini sampai sekarang tetap bermain drum, kemampuanmu tidak pernah berubah dari jaman SMU dulu….”Kata teman SMU nya yang satu lagi, Hagiawara.
“Itulah mengapa Nishina sangat menyukaimu, Matsuoka! Hahahaha…”Kata Nagase, Matsuoka tertawa sumringah, di ikuti tertawa yang lain.

Sekumpulan teman SMU itu pun terus bernostalgia mengingat masa-masa SMU mereka dulu. Beberapa saat kemudian, Erika datang dengan gayanya yang feminism seperti biasa, menggunakan celana jeans, dan baju semi gaun, serta membawa sebuah tas. Erika terdiam sejenak di depan pintu masuk, ia mencari kekasihnya dan Matsuoka menyadari kedatangan Erika. Matsuoka memberi sniyal dengan melambaikan tangan pada Erika, Erika menangkap sinyal itu, mereka berdua tersenyum….
Erika pun berjalan menuju tempat Matsuoka duduk, Matsuoka pun mempersilahkan Erika duduk di sampingnya. Karena Erika belum kenal dengan teman-teman SMU nya, Matsuoka pun memperkenalkan Erika pada teman-temannya….
“Perkenalkan, ini Erika. Dia adalah pacarku…”Kata Matsuoka memperkenalkan Erika pada teman-temannya, teman-temannya tersenyum pada Erika….
“Hajimemashite, Erika desu….”Kata Erika memperkenalkan dirinya.
“Nagase Tomoya desu~~~”Kata Tomoya memperkenalkan dirinya.
“Nishina desu…..” Nishina mengangguk pada Erika, ia memperhatikan pacar Matsuoka itu…
“Ishikawa desu, yoroshiku…..”
“Hagiwara desu. Yoroshiku…..”
“Shingo desu. Yoroshiku….”
“Erika-san, sudah lama berpacaran dengan Matsuoka-kun?”Tanya Shingo pada Erika.
“Sudah hampir dua tahun….”Jawab Erika sambil tersenyum.
“Heee……”Kata Ryo dan Tomoya hampir bersamaan.
“Kau beruntung mendapatkan kekasih secantik dia….”Kata Ishikawa pada Matsuoka, Matsuoka tertawa. Nishina, mantan kekasih Matsuoka saat SMU dulu ternyata masih menyimpan perasaan cinta pada Matsuoka, awalnya ia mengira Matsuoka masih sendiri, namun perkiraannya salah, sudah ada Erika di hati Matsuoka. Sejak Matsuoka memperkenalkan Erika sebagai kekasihnya, Nishina terus memperhatikan gerak-gerik Erika, ia berpikir hal apa yang di sukai Matsuoka dari Erika.
Pelayan kafe mengantarkan 5 porsi pasta dan 5 gelas wine ke meja itu, Matsuoka pun memesankan sesuatu untuk Erika….
“Tunggu sebentar…”Kata Matsuoka pada anak buahnya yang akan pergi dari meja itu.
“Kau ingin pesan apa?” Tanya Matsuoka pada Erika.
“Aku ingin pesan secangkir kopi…..”Kata Erika.
“Baiklah, secangkir kopi dan capucinno…” Kata Matsuoka pada anak buahnya.
“Baik, boss!” Pelayan itu pun pergi beranjak meninggalkan meja itu.
“Oya Matsuoka-kun, apakah kau masih ingat saat kita pergi camping bersama waktu SMU?”Tanya Nishina pada Matsuoka.
“Tentu saja aku masih ingat, karena ada kejadian paling lucu waktu itu. Apa kalian masih ingat dengan kejadian itu?” Tanya Matsuoka pada teman-temannya, sambil melirik Nagase.
“Aku tidak ingin mengingatnya…”Kata Nagase dengan senyum getir.
“Hahahahaha…. Aku ingat, waktu itu kau akan mandi, namun selesai kau mandi, ada yang mengambil handuk mu….”Kata Ishikawa dengan tertawa terbahak-bahak. Semuanya pun tertawa, termasuk itu, Erika yang terpingkal mendengar cerita itu.
“Lalu ada yang menawari Matsuoka makanan yang membuatnya iritasi. Lalu ada yang memberikan Mastuoka obat anti alergi….”Kata Hagiwara sambil memancing teman-temannya membicarakan hubungan Matsuoka dengan Nishina saat SMU dulu.
“Siapa ya yang memberikan obat alergi itu?” Tanya Ishikawa sambil berpikir.
“Ah! Nishina-san! Kau yang memberikan obat anti alergi itu kan?” Kata Nagase yang lansung teringat.
“Iya, kau betul. Aku hingga harus mengoleskannya di punggung Matsuoka-kun….” Ujar Nishina, Matsuoka agak terkejut mendengar itu, ia berharap Erika tidak merasa cemburu. Erika melihat pada Matsuoka, seolah-olah bertanya ada apa sebenarnya, Matsuoka tersenyum pada kekasihnya itu menandakan tidak ada apa-apa.
“Kimi wa yasashi neee…..”Kata Higawara pada Nishina.
“Iie … iie…”Kata Nishina merendah.
“Wajar saja Matsuoka sempat jatuh cinta padamu…”Kata Hagiwara, semuanya terdiam, Nagase menepuk pelan punggung Hagiwara.
“Apa yang kau lakukan?” Gerutu Nishina pelan pada Nagase.
“Oh jadi Nishina-san pernah berpacaran dengan Matsouka-kun ya…..”Kata Erika sembari sedikit mengangguk sambil tersenyum pada Nishina. Nishina tersenyum di balik kekesalannya karena gagal membuat Erika cemburu. Matsuoka agak kaegt melihat Erika yang sama sekali tidak cemburu saat teman-temannya membahasa hubungannya yang dulu dengan Nishina.
Seorang pelayan datang mengantarkan pesanan Matsuoka, dan meletakkannya di dekat Matsuoka dan Erika. Pelayan itu pun kembali. Matsuoka meminum capucinno yang sudah terhidang di hadapannya…
“Maaf, Matsuoka-kun, ada keringat di pelipis wajahmu…..”Tiba-tiba Nishina mengusap keringat Matsuoka dengan sehelai tissue. Mata Erika agak terbelalak melihat apa yang terjadi. Nishina melepaskan tangannya dari wajah Matsuoka.
“Arigatou…”Kata Matsuoka dengan nada suara yang sedikit kecil. Semuanya terdiam melihat apa yang di lakukan Nishina tadi. Api cemburu nampaknya sudah berhasil membakar hati Erika, ia lansung melipat tangannya dan menyandarkan badannya ke kursi. Ia memalingkan wajahnya dari Nishina dan Matsuoka, Matsuoka terlihat agak panic melihat reaksi Erika, ia ingin menjelaskan pada Erika, namun ia tahu tidak ada gunanya ia bicara pada Erika ketika emosi Erika sedang tidak baik.
Percakapan pun berlanjut, Shingo yang sebagai pencair suasana berhasil menemukan topic pembicaraan yang menarik, hingga teman-temannya sedikit melupakan apa yang barusan terjadi. Namun Erika masih terlihat ngambek walaupun ia sudah tidak memalingkan wajahnya lagi. Erika kembali duduk seperti semula, dengan punggung yang tegak. Ia pun memegang tangan kiri Matsuoka yang ada di atas kursi yang sama tempat ia dan Matsuoka duduk, ia berharap dengan melakukan ini bisa mereda amarahnya. Merasa tangannya di pegang oleh Erika, Matsuoka menatap Erika, ia tersenyum, Erika pun tersenyum simpul…
Erika sesekali meminum kopinya yang ternyata bisa menekan rasa nervous sesuai melihat apa yang terjadi tadi, sambil mendengarkan pembicaraan yang sedang berlansung dan terus memegang tangan Matsuoka.


Apartemen Matsuoka

Sebelum ke apartemen Matsuoka, Matsuoka dan Erika singgah dulu ke supermarket untuk membeli bahan-bahan untuk di masak oleh Erika. Di bantu oleh Matsuoka yang menggunakan apron berwarna abu, Erika yang menggunakan apron berwarna krem pun memasak sesuatu. Masak bersama kali ini, Erika tidak banyak bicara seperti biasa, mungkin karena melihat kejadian di kafe tadi.
“Apa kau masih memikirkan hal yang terjadi di kafe tadi?” Tanya Matsuoka sambil mengaduk-aduk sup yang sedang di masak di dalam sebuah panci di atas kompor. Erika terdiam sejenak…
“Aku cemburu, Matsuoka…..”Ucapnya jujur dan singkat. Mereka berdua terdiam sejenak….
“Aku juga kaget mengapa Nishina tiba-iba melakukan itu padaku…”Matsuoka menjelaskan.
“Oo…”Tanggap Erika singkat. Erika jika sudah kesal atau cemburu pada Matsuoka tidak akan banyak bicara namun jujur.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya, dia hanya masalalu ku…..”Jelas Matsuoka lagi. “Percayalah padaku…”Tambahnya. Erika tetap diam dan tak menanggapi sambil terus memotong sayuran-sayuran yang akan di masukkannya ke dalam panci sup.

Beberapa saat kemudian, makan malam mereka sudah terhidang di atas meja di depan TV, Matsuoka duduk di atas sofa, sedangkan Erika masih di dapur untuk menyiapkan 2 gelas wine. Erika menutup pintu kulkas seusai mengeluarkan es batu dari freezer. Di pintu kulkas itu tertempel foto dirinya dengan Matsuoka, ada yang ketika mereka pergi ke photo box berdua, dan ada yang di ambil dari handphone Matsuoka.


Erika mengantarkan sebotol wine yang sudah di buka tutupnya dandi masukkan ke dalam sebuah tempat yang berisi es batu, ia meletakkannya di meja di depan sofa. Erika duduk di sebelah Matsuoka dengan jarak dekat, hanya ada spasi sekitar 10 cm antara keduanya. Erika menuangkan wine ke kedua buah gelas yang ada di atas meja. Matsuoka menyandarkan badannya sambil menyilangkan kedua kakinya, tangannya berada di kepala sofa.
“Douzo….”Erika memberikan satu gelas kepada Matsuoka, Matsuoka menerima gelas berisi wine itu…
“Sankyuu….”Kata Matsuoka. Erika menatap Matsuoka, Mastuoka tersenyum “Apa kau masih marah, nona cantik?” Tanya Matsouka.
“Sedikit……”Jawab Erika sambil tersenyum manis pada Matsuoka.
“Baiklah, hilangkan semua rasa marahmu. Mari kita tos…..”Kata Matsuoka. Mereka pun mengadu pelan kedua gelas mereka, Tiiiiing….. Mereka berdua pun meminum wine mereka.
“Matsouka….”Kata Erika sambil meletakkan gelas winenya di atas meja.
“Hmm….”Tanggap Matsuoka yang juga meletakkan gelasnya di atas meja. Mereka berdua saling menatap, tatapan yang hanya dari Matsuoka membuar Erika merasa nyaman.
“Sebagai wanita mu sudah pasti aku cemburu melihat kejadian tadi….”Kata Erika sambil tersenyum.
“Hontou?” Tanggap Matsuoka dengan tatapan penuh kasih sayang pada Erika. “Tapi tak apa, itu pertanda kau sangat mencintaiku…..” Matsuoka mendekatkan wajahnya dengan wajah Erika, ia memandangi kedua bola mata cantik Erika.
“Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari kehidupanku, apapun alasannya, mmm….”Kata Matsuoka lagi.
“Aku mencintaimu, Matsu-----“ Kecupan Matsuoka di bibir Erika membuat kata-kata Erika terputus. Tak lama, Matsuoka melepaskan kecupannya dari bibir Erika, namun wajah mereka masih dekat…
“Aku juga mencintaimu. Sangat…..”Kata Matsuoka sambil tersenyum.

Bersambung ke part selanjutnya….
Semoga penulis gak kehabisan ide….
*Ba dum tssss…..